Kunjungan Delegasi Fintech Korea ke Kantor Kejora Group

Jakarta, 02 Desember 2016 – Perwakilan industri fintech Korea yang terdiri dari pejabat Ministry of Science, ICT, and Future Planing Korea, Korea Internet & Security Agency (KISA), serta 10 perusahaan fintech Korea mengunjungi kantor Kejora Group di Wisma Barito Pacific sebagai rangkaian akhir dari kunjungan mereka di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Kejora Group bersama mitranya, Investree dan Y Group menjadi tuan rumah dan menyambut para delegasi dengan berbagi mengenai kontribusi masing-masing perusahaan dalam sektor fintech di Indonesia melalui layanan-layanan yang ditawarkan.Sebagai perusahaan pendanaan atau venture capital, Kejora berinvestasi pada perusahaan-perusahaan start-up teknologi untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang. Alexander Jatra dan Steven Koesno selaku Investment Officer Kejora Group yang hadir pada kunjungan tersebut menjelaskan bahwa Kejora juga menyediakan mentor, baik dari pemerintah maupun tenaga profesional untuk membantu para pelaku start-up mengembangkan bisnisnya. Selain itu, Kejora tidak hanya menyediakan pendanaan tetapi juga menawarkan solusi kepada perusahaan di bawah naungannya.Saat ini terdapat 28 perusahaan start-up yang berada di bawah naungan Kejora, seperti CekAja yang merupakan situs perbandingan harga produk finansial dan asuransi. Mereka mengawali usahanya dengan hanya tiga orang dan, dalam waktu setahun, jumlah karyawan sudah mencapai 150 orang serta telah menjadi website finansial nomor satu di Indonesia dan Filipina. Start-up lain yang berada di bawah Kejora adalah Qareer, perusahaan start-up yang bergerak dalam bidang sumber daya manusia, dan Jualo, platform jual beli barang bekas.Adrian Gunadi selaku Dewan Pengurus Asosiasi Fintech Indonesia yang juga merupakan CEO Investree juga hadir menjelaskan tentang model bisnis Investree, yang merupakan platform peer-to-peer lending yang menghubungkan borrower dan lender sebagai solusi bagi mereka yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank. Salah satu fokus dari Investree ini adalah UKM. Menurut Adrian, UKM berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia, namun porsi pembiayaan di sektor tersebut masih rendah. Meskipun baru diluncurkan pada awal tahun ini dan masih beroperasi di Jakarta, Investree berencana untuk memperluas usahanya ke Bandung, Surabaya, Makassar, Semarang, dan Medan.Pada kunjungan ini hadir juga Boye Hartmann, CEO dan founder Y Group Asia, perusahaan penyedia layanan solusi digital di Asia Tenggara. Y Group Asia sendiri mempunyai tiga perusahaan di bawahnya,  yaitu Ydigital dan Bdigital, yang bermitra dengan Kejora Group, serta Yacademy. Boye menjelaskan bahwa Ydigital merupakan agency yang fokus pada return of investment (ROI) yang menyediakan layanan untuk brand global dan start-up teknologi lokal, sedangkan Bdigital merupakan platform untuk UKM dalam mengembangkan bisnisnya secara online. Melalui Bdigital, UKM dapat dengan mudah membuat situs web-nya secara gratis dan melakukan marketing media sosial dan marketing email. Sementara itu, Yacademy menawarkan edukasi tentang dunia digital bagi para perusahaan dan pelajar agar kebutuhan akan pekerja profesional digital di Indonesia dapat terpenuhi.Kunjungan ini ditutup dengan tur ke kantor para perusahaan start-up teknologi Kejora Group yang mengangkat konsep seperti co-working space. Kesempatan ini pun digunakan oleh para delegasi Fintech Korea untuk berdiskusi langsung dengan para pemain fintech dan mencoba langsung layanan-layanan yang sebelumnya dijelaskan.

Date

Dec 02 2016

Time

8:00 am - 6:00 pm

Add a Comment

You must be logged in to post a comment.