Perusahaan Tekfin Lending Pelopori Inklusi Ekonomi Berbasis Syariah

Jakarta, 30 Januari 2018 – Industri teknologi finansial (tekfin) Indonesia memasuki babak baru dengan diluncurkannya layangan P2P lending berbasis syariah oleh Investree (PT Investree Radhika Jaya) pada hari ini. Sebagai bagian dari rangkaian acara peluncuran tersebut, sebuah mini talkshow bertajuk “Peranan Teknologi Bagi Inklusi Ekonomi Syariah” turut diselenggarakan dengan menghadirkan Adrian Gunadi (Co-Founder & CEO Investree), Riel Tasmaya (Chief Executive Officer Muslimmarket.com), Adiwarman Azwar Karim (President Direktur Karim Consulting Indonesia), dan M. Ajisatria Suleiman (Direktur Eksekutif Kebijakan Publik Asosiasi FinTech Indonesia/AFTECH) sebagai narasumber.Dalam kesempatan tersebut, Ajisatria menyatakan bahwa selama dua tahun terakhir berkiprah, tekfin lending membuka banyak produk dan segmen baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, seperti pembiayaan yang bersifat jangka pendek dan berjumlah kecil. Perkembangan ini, menurut Ajisatria, mempunyai potensi yang sangat besar yang sebenarnya belum dapat diprediksi akan berkembang seberapa jauh di masa depan. “Asosiasi sendiri membuktikan bahwa tekfin yang bergerak dalam bidang lending maupun financing mempunyai perkembangan yang sangat cepat jauh melebihi sektor-sektor lainnya, seperti payment atau aggregator.” ungkapnya.Lebih jauh, Ajisatria menjelaskan bahwa pasar untuk tekfin syariah juga mempunyai potensi serupa dengan tekfin lain dan tidak tertutup hanya untuk masyarakat Muslim saja. Menurutnya, masyarakat muda milenial dengan pemahaman akan literasi keuangan yang saat ini merupakan pasar terbesar tekfin akan lebih mudah memahami kelebihan dari tekfin syariah dan akan lebih cepat mengadopsinya.Investree merupakan pelopor penyedia layanan tekfin syariah dan satu-satunya perusahaan tekfin di Indonesia yang telah mendapatkan Surat Rekomendasi Penunjukkan Tim Ahli Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) untuk turut merancang, memberi masukan, dan mengawasi berjalannya produk yang berbasis syariah. Hal ini merupakan bagian dari proses implementasi Fatwa Fintech Financing berbasis Syariah dalam waktu dekat.“Antusias tinggi dari masyarakat terhadap layanan tekfin mendorong kami untuk menggarap Fatwa Fintech Financing berbasis Syariah yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Dewan Syariah Nasional,” jelas Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi. Investree juga telah melakukan koordinasi dengan pihak regulator seperti OJK dan DSN MUI untuk meluncurkan layanan Investree Syariah yang uji coba layanannya sudah dilakukan sejak bulan November 2017 lalu. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, hingga bulan Januari 2018 jumlah pembiayaan Investree syariah telah mencapai Rp 2,7 miliar dengan 313 jumlah peminjam dan 1340 pemberi pinjaman syariah. Menurut Adrian, diluncurkannya layanan terbaru ini merupakan rencana dari Investree usai terdaftar dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Mei 2017 lalu.Sebagai penutup, Ajisatria menyampaikan bahwa sejak tahun 2016, Asosiasi selalu mempunyai semangat yang sama untuk mengusung kolaborasi antar ekosistem tekfin. Pada tahun 2018, semangat tersebut diperkuat baik di tataran tingkat tinggi maupun teknis lewat model kolaborasi, khususnya antara tekfin dan bank yang telah banyak bekerja sama dalam bidang marketing, cash management, channeling, hingga kerjasama yang belum pernah ada sebelumnya, seperti penjualan SBN Ritel melalui tekfin. “Di tahun 2018, kita ingin bicara konkret dimana kerjasama ini dapat terwujud di tataran teknis sehingga dapat memberikan akses ke sektor-sektor yang belum pernah terjangkau sebelumnya.” tutup Ajisatria.

Tags:

Date

Feb 15 2018

Time

8:00 am - 6:00 pm

Add a Comment

Your email address will not be published.