News & Events

Past Event 12 Apr 2018

Seri Kunjungan Media: AFTECH & The Jakarta Post Diskusi tentang Fintech untuk Inklusi Keuangan

Jakarta, 12 April 2018 - Hari ini Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) diwakili oleh Karaniya Dharmasaputra, Sekretaris Umum dan Reynold Wijaya, Koordinator Satgas P2P Lending AFTECH melakukan kunjungan ke kantor The Jakarta Post. Kunjungan ini ditujukan untuk membangun hubungan baik dengan media sekaligus berbagi informasi terkini seputar industri fintech dan perkembangan AFTECH. Kunjungan ini disambut oleh jajaran editor, redaktur dan tim marketing The Jakarta Post.

Salah satu topik yang dibahas dalam kunjungan ini adalah terkait digital kyc yang menjadi salah satu isu utama yang dihadapi pelaku usaha fintech (62,3%). 

Membuka acara, Karaniya menyampaikan bahwa tingkat Inklusi keuangan di Indonesia masih sangat rendah - berbanding terbalik dengan penetrasi internet dan seluler yang angkanya mencapai diatas 50 persen dan 120 persen. Rendahnya inklusi keuangan tidak hanya disebabkan oleh tingkat literasi keuangan yang masih rendah, namun juga kurangnya akses terhadap layanan keuangan. Memanfaatkan teknologi, fintech dapat berperan dalam memperluas layanan keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sayangnya, fintech masih dihadapi dengan tantangan verfikasi nasabah (kyc) yang belum sepenuhnya bisa digital. Untuk itu, AFTECH terus mendorong agenda ini agar semakin banyak masyarakat yang bisa terlibat dan mendapatkan akses terhadap layanan keuangan.

Berbicara mengenai keamanan, Reynold menjelaskan tidak ada satu industri pun yang bullet proof terhadap isu keamanan, termasuk fintech. Untuk itu, AFTECH sangat mendukung adanya regulasi untuk memastikan ekosistem fintech yang sehat. Sepakat dengan OJK, AFTECH berharap adanya regulasi yang dapat menyaring pelaku-pelaku usaha yang bisa merusak ekosistem fintech. AFTECH juga terus berkomunikasi dengan regulator untuk menjadi perpanjangan tangan dalam melakukan penyaringan melalui seleksi keanggotaan.

Karaniya dan Reynold lebih lanjut menyampaikan apresiasi terhadap regulator yang telah bergerak cepat dalam mengatur industri fintech. Kedepannya diharapkan regulator terkait dapat terus meningkatkan sinergi untuk mendukung pertumbuhan fintech yang berkelanjutan.  

Namun demikian, sesuai karakter fintech yang lincah, regulasi diharapkan tidak terlalu ketat sehingga menghambat gerak fintech.

Source: Asosiasi FinTech Indonesia, 12 April 2018

Next: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Gelar ‘The Next Indonesia Unicorns’