Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menerima audiensi delegasi China-Asia Economic Development Association (CAEDA) dan Global Digital Trade and Transaction Center (GDTTC) pada Rabu, 20 Mei 2026, di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta. Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang perdagangan digital, transaksi digital, fintech, investasi lintas batas, serta ekonomi digital Indonesia–China.
Dalam pertemuan tersebut, AFTECH menegaskan perannya sebagai asosiasi fintech pertama dan terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 200 perusahaan anggota yang mencakup lebih dari 25 model bisnis fintech. AFTECH juga menyoroti perkembangan pesat pembayaran digital di Indonesia, termasuk pertumbuhan transaksi QRIS dan semakin kuatnya konektivitas pembayaran lintas batas di kawasan Asia.
Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa China merupakan salah satu mitra penting Indonesia, terutama dalam pengembangan ekonomi digital dan infrastruktur. Ia juga menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan, khususnya terkait interoperabilitas pembayaran lintas batas, transisi model pinjaman digital, tokenisasi aset, serta praktik anti-penipuan dan perlindungan konsumen.
Delegasi CAEDA dan GDTTC turut memaparkan rencana pengembangan kerja sama di Indonesia, termasuk di sektor perdagangan digital, infrastruktur pembayaran lintas batas, perbankan digital, investasi industri, serta pengembangan platform ekonomi digital. GDTTC juga menyampaikan minat untuk mendukung kerja sama industri antara Indonesia dan China melalui fasilitasi investasi dan pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah peluang memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas, termasuk melalui pengembangan ekosistem QR dan kerja sama di tingkat industri. Selain itu, kedua pihak juga membahas pembelajaran dari pengalaman China dalam pengelolaan pinjaman digital, perkembangan aset digital dan tokenisasi aset riil, serta potensi dana pengembangan industri bilateral.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret antara ekosistem fintech Indonesia dan China. AFTECH juga mengundang delegasi CAEDA dan GDTTC untuk berpartisipasi dalam Indonesia Fintech Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat dialog dan kerja sama internasional di sektor keuangan digital.
Melalui audiensi ini, AFTECH terus menunjukkan komitmennya dalam membuka ruang kolaborasi global, memperluas jejaring strategis, dan mendorong industri fintech Indonesia agar semakin terhubung dengan perkembangan ekonomi digital dunia.