Di tengah pesatnya transformasi digital, keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis melainkan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan dan keberlanjutan ekosistem keuangan digital.
Menjawab tantangan tersebut, Asosiasi Fintech Indonesia ikut berpartisipasi dalam Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata 2026 yang diinisiasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesiapan industri dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Membangun Awareness Hingga Kapasitas Respons
Workshop ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran (awareness), tetapi juga memperkuat kapasitas organisasi dalam menangani insiden siber secara efektif.
Beberapa fokus utama yang diangkat meliputi:
* Pentingnya pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS)
* Pengukuran tingkat kematangan keamanan melalui Instrumen Penilaian Kematangan Keamanan Siber (IKAS)
* Peningkatan pemahaman terhadap manajemen risiko dan respons insiden
Melalui pendekatan ini, perusahaan diharapkan mampu memiliki gambaran yang lebih objektif terkait kesiapan keamanan siber mereka, sekaligus menjadi dasar dalam pengembangan kapasitas ke depan.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Keterlibatan AFTECH dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara regulator dan industri dalam membangun ekosistem digital yang aman.
Workshop ini juga menjadi ruang diskusi strategis antara pelaku industri, regulator, dan praktisi keamanan siber untuk berbagi perspektif, pengalaman, serta praktik terbaik dalam menghadapi ancaman siber.
AFTECH sendiri berperan aktif dalam sesi materi, khususnya dalam membahas:
* Resilience by Design dalam arsitektur keamanan siber
* Penerapan best practices untuk membangun kepercayaan (trust) dalam ekosistem digital
Fokus pada Talenta dan Praktisi IT Security
Workshop ini menyasar peserta yang memiliki peran strategis dalam organisasi, khususnya di bidang teknologi informasi dan keamanan siber mulai dari IT Manager, IT Security Officer, hingga Head of IT Infrastructure.
Pendekatan ini memastikan bahwa peserta yang hadir tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengambil keputusan strategis dalam penanganan insiden siber di perusahaan masing-masing.
Dari Awareness ke Action
Lebih dari sekadar forum diskusi, workshop ini juga mendorong peserta untuk melakukan langkah konkret, termasuk:
* Melakukan pengisian self-assessment IKAS
* Mengidentifikasi gap dalam sistem keamanan internal
* Menyusun strategi peningkatan kapasitas keamanan siber
Dengan demikian, hasil dari workshop tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi berlanjut pada implementasi nyata di tingkat organisasi.
Di era ekonomi digital, keamanan siber adalah fondasi utama kepercayaan.
Melalui kolaborasi antara Badan Siber dan Sandi Negara dan Asosiasi Fintech Indonesia, langkah menuju ekosistem digital yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan semakin diperkuat.
Karena pada akhirnya, transformasi digital yang sukses bukan hanya soal inovasi tetapi juga tentang kesiapan menghadapi risiko yang menyertainya.