Berita Terbaru

AFTECH Gelar RUA 2026, Tegaskan Pentingnya Tata Kelola untuk Melahirkan Tech Champions Indonesia

Senin, 11 Mei 2026
cover event

Jakarta, 12 Mei 2026 — Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) 2026 di Soehana Hall, SCBD, Jakarta, sebagai forum organisasi tertinggi sesuai AD/ART AFTECH.

RUA AFTECH 2026 mengangkat dua agenda utama, yaitu pengesahan laporan pertanggungjawaban dan laporan keuangan tahun 2025, serta persetujuan rencana program kerja dan anggaran AFTECH tahun 2026. Forum ini dihadiri oleh 144 perusahaan anggota AFTECH, serta sejumlah regulator dan pemangku kepentingan strategis nasional.

Dalam sambutannya, Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak tech champions. Namun, hal tersebut hanya dapat terwujud jika industri fintech dibangun di atas fondasi tata kelola yang kuat, inovasi yang bertanggung jawab, dan kepercayaan publik.

AFTECH melihat bahwa industri fintech Indonesia kini memasuki fase baru. Sejumlah perusahaan digital besar mulai menunjukkan profitabilitas setelah bertahun-tahun membangun fondasi bisnis. Hal ini menjadi sinyal bahwa ekosistem ekonomi digital Indonesia semakin matang dan memiliki potensi besar untuk terus tumbuh secara berkelanjutan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, turut menekankan pentingnya AFTECH sebagai rumah bersama bagi pelaku Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK). Ia menyampaikan tiga arahan utama bagi industri, yaitu memperkuat inklusi yang bertanggung jawab, membangun kepercayaan melalui integritas dan tata kelola, serta menjaga keseimbangan antara inovasi dan regulasi.

Dukungan terhadap peran fintech juga disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Ia menilai fintech memiliki peran penting dalam mendorong transformasi digital, memperluas akses pembiayaan, dan meningkatkan efisiensi transaksi ekonomi. Fintech diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan aset penting bagi industri fintech. Ia mendorong AFTECH dan seluruh pelaku industri untuk terus memperkuat transparansi, kode etik, dan perlindungan konsumen agar pertumbuhan fintech tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berdampak.

Dalam rangkaian RUA AFTECH 2026, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara AFTECH dan Hong Kong Web3.0 Standardization Association sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan ekosistem keuangan digital dan Web3.

RUA AFTECH 2026 menghasilkan keputusan bulat atas seluruh agenda yang ditetapkan. Seluruh capaian dan arah kerja AFTECH tahun ini bergerak dalam tema: “Menguatkan Tata Kelola, Menjaga Kepercayaan, dan Menata Arah Kebijakan Masa Depan Industri Fintech Indonesia.”

Bagikan