Berita Terbaru

AFTECH dan Jalin Dorong Penguatan Ketahanan Industri terhadap Ancaman Fraud Digital

Rabu, 20 Mei 2026
cover event

Jakarta, 21 Mei 2026 — Di tengah pertumbuhan transaksi digital yang semakin pesat, penguatan keamanan dan ketahanan sistem pembayaran menjadi agenda penting bagi industri keuangan digital Indonesia.

Bank Indonesia mencatat transaksi pembayaran digital mencapai 14,82 miliar transaksi pada kuartal I 2026, meningkat 37,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan ini juga diikuti oleh meningkatnya ancaman kejahatan siber, termasuk fraud berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Merespons tantangan tersebut, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), dengan dukungan BPC, menyelenggarakan forum diskusi bertajuk “Protection in Action: Strengthening Fraud Resilience Across Ecosystem” di Jakarta. Forum ini mempertemukan regulator, pelaku industri, dan mitra strategis untuk membahas langkah bersama dalam memperkuat keamanan sistem pembayaran digital nasional.

Wakil Ketua Umum II AFTECH, Budi Gandasoebrata, menekankan bahwa industri keuangan digital tidak lagi hanya dituntut untuk tumbuh cepat, tetapi juga harus mampu tumbuh secara tangguh. Menurutnya, keamanan, ketahanan infrastruktur, dan manajemen risiko menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pembayaran yang sehat dan berkelanjutan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menyoroti bahwa fraud resilience bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Perlindungan konsumen dan ketahanan terhadap fraud membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di ekosistem keuangan digital.

Sementara itu, Jalin menegaskan pentingnya pendekatan kolektif dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang. Melalui penguatan shared services dan infrastruktur bersama di bidang fraud management, pelaku industri dapat meningkatkan kualitas keamanan, mempercepat respons terhadap insiden, serta menekan risiko sistemik secara lebih efektif.

Forum ini juga menghadirkan sesi Expert Lab, di mana peserta dapat melihat langsung bagaimana Fraud Detection System bekerja dengan mengintegrasikan data lintas ekosistem pembayaran. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kecerdasan kolektif industri dalam mendeteksi, menganalisis, dan memitigasi potensi ancaman secara lebih proaktif.

Melalui kegiatan ini, AFTECH dan Jalin menegaskan bahwa keamanan ekosistem pembayaran digital merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, industri fintech Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh secara aman, inklusif, dan terpercaya bagi masyarakat.

Bagikan