
Melbourne, Australia — Memasuki pasar Indonesia tidak hanya membutuhkan teknologi dan solusi yang relevan, tetapi juga pemahaman yang kuat mengenai karakteristik pasar, regulasi, kebutuhan konsumen, serta dinamika ekosistem keuangan digital yang terus berkembang.
Perspektif tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) dalam partisipasinya pada Intersekt 2026 di Melbourne, Australia. AFTECH diwakili oleh Executive Director AFTECH, Mercy Simorangkir, yang berbagi pandangan mengenai perkembangan ekosistem fintech Indonesia serta berbagai peluang bagi pelaku global untuk bertumbuh dan membangun kolaborasi di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, ekosistem fintech Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital, penguatan kerangka regulasi, serta semakin luasnya kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, perusahaan teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Perkembangan tersebut membuat Indonesia tidak hanya menjadi pasar yang menarik dari sisi skala, tetapi juga menjadi ekosistem yang semakin matang dan memiliki kebutuhan teknologi yang semakin beragam.
Bagi perusahaan global yang ingin memasuki Indonesia, memahami konteks tersebut menjadi bagian penting dari strategi pengembangan bisnis. Keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan membawa teknologi baru, tetapi juga oleh kemampuan untuk memahami kebutuhan pasar, membangun kepercayaan, serta menciptakan solusi yang relevan dengan struktur dan perkembangan industri keuangan nasional.
Dalam konteks ini, kolaborasi menjadi salah satu faktor penting. Peluang bagi pelaku teknologi global tidak selalu terletak pada upaya untuk mendisrupsi layanan yang telah berkembang, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan teknologi dan kapabilitas yang dapat memperkuat fondasi ekosistem yang sudah ada.
Seiring dengan semakin berkembangnya layanan keuangan digital, kebutuhan industri juga bergerak menuju kapabilitas yang dapat mendukung pertumbuhan secara aman, efisien, dan berkelanjutan.
Sejumlah area membuka ruang kolaborasi yang semakin relevan, antara lain digital trust, electronic Know Your Customer (e-KYC), Regulatory Technology (RegTech), Artificial Intelligence (AI), pembayaran lintas batas, credit and risk infrastructure, serta berbagai teknologi pendukung layanan keuangan digital.
Teknologi pada area tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat berbagai aspek ekosistem, mulai dari proses verifikasi dan identifikasi, pengelolaan risiko dan kepatuhan, peningkatan efisiensi operasional, hingga pengembangan konektivitas layanan keuangan lintas negara.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa peluang di industri fintech Indonesia semakin berkembang dari sekadar penyediaan layanan yang berhadapan langsung dengan konsumen menuju pembangunan kapabilitas dan infrastruktur yang memungkinkan seluruh ekosistem bekerja dengan lebih baik.
Bagi perusahaan global, pendekatan tersebut membuka peluang untuk membangun kemitraan dengan berbagai pelaku di Indonesia dengan membawa keahlian, teknologi, maupun pengalaman dari pasar lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Partisipasi AFTECH dalam Intersekt 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antara ekosistem fintech Indonesia dengan komunitas teknologi dan keuangan global.
Forum internasional seperti Intersekt memberikan ruang bagi pelaku industri untuk saling bertukar perspektif mengenai perkembangan teknologi, regulasi, kebutuhan pasar, serta berbagai model kolaborasi yang dapat dikembangkan lintas negara.
Bagi AFTECH, konektivitas global memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan industri fintech nasional. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman dapat membantu pelaku industri memahami perkembangan teknologi global, sekaligus membuka peluang bagi solusi dan kapabilitas internasional untuk berkontribusi terhadap kebutuhan ekosistem Indonesia.
Pada saat yang sama, dialog tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perkembangan industri fintech Indonesia kepada komunitas global dan membangun pemahaman yang lebih baik mengenai karakteristik pasar Indonesia.
Dengan ekosistem yang semakin matang, peluang kolaborasi ke depan tidak hanya berbicara tentang memasuki pasar Indonesia, tetapi juga mengenai bagaimana pelaku global dan lokal dapat bertumbuh bersama melalui kemitraan yang relevan dan berkelanjutan.
Melalui partisipasi dalam Intersekt 2026 dan berbagai forum internasional lainnya, AFTECH terus mendorong terbukanya ruang pertukaran pengetahuan, kolaborasi teknologi, dan kemitraan strategis yang dapat memperkuat ekosistem fintech Indonesia serta meningkatkan konektivitasnya dengan perkembangan industri keuangan digital global.