Berita Terbaru

Tanpa Tukar Uang, Tanpa Ribet: QRIS Kini Hadir di Korea Selatan

Selasa, 31 Maret 2026
cover event

Tanpa Tukar Uang, Tanpa Ribet: QRIS Kini Hadir di Korea Selatan

Transformasi di sektor keuangan digital global kembali menghadirkan terobosan baru. Kali ini, Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan implementasi QRIS cross-border antara Indonesia dan Korea Selatan melalui Joint Vision Statement (JVS) antara Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung yang resmi ditandatangani pada 1 April 2026 di Korea Selatan.

Langkah ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya besar memperkuat konektivitas sistem pembayaran global yang lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Dengan kata lain, pengalaman bertransaksi lintas negara kini bisa semudah scan QR di warung kecil.

Dari Rupiah ke Won, Cukup Satu Scan

Dalam peluncurannya ini, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut inisiatif ini sebagai momen bersejarah bagi kedua negara. Menurutnya, QRIS lintas negara diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas ekonomi digital antara Indonesia dan Korea Selatan.

Kini, masyarakat Indonesia yang bepergian ke Korea Selatan dapat melakukan pembayaran langsung menggunakan aplikasi dompet digital atau layanan perbankan digital lainnya yang sudah terhubung dengan QRIS. Tanpa perlu menukar uang tunai, tanpa kartu internasional cukup scan, bayar, selesai.

Hal yang sama juga berlaku sebaliknya: wisatawan Korea Selatan dapat menggunakan QR domestik mereka untuk bertransaksi di Indonesia.

Bukan yang Pertama, Tapi Semakin Luas

Sebelum Korea Selatan, QRIS cross-border sudah lebih dulu terhubung dengan beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura  yang mulai dikembangkan sejak 17 Agustus 2021 lalu. Bahkan, Jepang juga sudah membuka akses inbound, di mana pengguna dari Jepang dapat bertransaksi di Indonesia dengan barcode.

Menariknya, implementasi ini bukan sekedar wacana. Data dari BI menunjukkan:

●      5,9 juta transaksi inbound oleh wisatawan asing di Indonesia

●      1,7 juta transaksi outbound oleh masyarakat Indonesia di luar negeri

Angka ini menjadi bukti bahwa QRIS lintas negara bukan sekadar inovasi, tapi sudah menjadi kebutuhan nyata.

Didukung Strategi Nasional: BSPI 2030

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa pengembangan QRIS lintas negara merupakan bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.

Blueprint ini menekankan dua hal utama:

●      Inovasi, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi & inklusi keuangan berbasis teknologi

●      Internasionalisasi, dalam membangun konektivitas pembayaran global tanpa mengorbankan kedaulatan sistem

Dari sini kita dapat melihat bahwa  QRIS tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga diposisikan sebagai pemain global dalam ekosistem pembayaran digital.

Dampak Nyata: UMKM, Pariwisata, hingga Lifestyle

Lebih dari sekadar kemudahan transaksi, QRIS cross-border juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

Beberapa dampak yang mulai terlihat:

●      UMKM Naik Kelas

QRIS telah digunakan oleh lebih dari 30 juta merchant di Indonesia, dengan sekitar 90% di antaranya merupakan UMKM (data Bank Indonesia, 2025). Dengan konektivitas lintas negara, pelaku UMKM kini memiliki peluang untuk langsung menerima pembayaran dari wisatawan asing tanpa perlu mesin EDC internasional atau sistem tambahan. Hal ini menurunkan barrier to entry bagi UMKM untuk masuk ke ekosistem global.

●      Pariwisata Makin Seamless

Mobilitas wisata antara Indonesia dan Korea Selatan terus menunjukkan tren positif. Data Korea Tourism Organization mencatat kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan telah melampaui 200 ribu kunjungan pada 2023 dan terus meningkat.

Dengan hadirnya QRIS lintas negara, wisatawan kini tidak perlu lagi repot menukar uang tunai. Pembayaran bisa langsung dilakukan melalui aplikasi domestik, sehingga lebih praktis dan efisien, terutama di kota seperti Seoul yang sudah sangat digital.

●      Efisiensi Biaya Transaksi

Berdasarkan laporan World Bank (2024), rata-rata biaya remitansi global masih berada di kisaran 6,2%, jauh di atas target 3% Sustainable Development Goals (SDGs).

Model pembayaran berbasis QR lintas negara seperti QRIS, dirancang untuk memangkas biaya tersebut melalui skema direct settlement dan penggunaan mata uang lokal (local currency settlement), sehingga lebih efisien dibandingkan metode konvensional seperti kartu kredit atau transfer internasional.

●      Integrasi Gaya Hidup & Budaya

Fenomena Korean Wave terus mendorong peningkatan interaksi ekonomi dan konsumsi lintas negara. Data Korea Tourism Organization menunjukkan bahwa minat wisata berbasis budaya (drama, K-pop, kuliner) menjadi salah satu pendorong utama kunjungan wisatawan asing ke Korea Selatan.

Di sisi lain, menjamurnya restoran dan produk Korea di Indonesia mencerminkan meningkatnya integrasi gaya hidup kedua negara. Kehadiran QRIS lintas negara memperkuat tren ini dengan menghadirkan sistem pembayaran yang selaras dengan perilaku konsumsi digital masyarakat.

Deputi Gubernur BI juga menyoroti bahwa konektivitas ini mencerminkan hubungan ekonomi dan budaya Indonesia dengan Korea Selatan yang semakin erat.

Skala QRIS: Sudah Besar, Siap Go Global

Keberhasilan QRIS cross-border tidak lepas dari kuatnya adopsi di dalam negeri yang terus tumbuh signifikan. Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia hingga 2025:

●      Lebih dari 55 juta pengguna QRIS

●      Lebih dari 32 juta merchant, dengan sekitar 90% merupakan UMKM

●      Nilai transaksi QRIS melampaui Rp300 triliun secara tahunan, dengan pertumbuhan yang tetap tinggi

Dengan basis sebesar ini, QRIS memiliki fondasi kuat untuk berkembang menjadi sistem pembayaran lintas negara yang kompetitif.

Kolaborasi Indonesia-Korea Selatan yang Semakin Erat

Senior Deputy Governor Korea Selatan, Sangdai Ryoo menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan hasil kolaborasi erat sejak 2024 antara Bank of Korea dan Bank Indonesia.

Implementasi ini memungkinkan masyarakat kedua negara melakukan transaksi sehari-hari dengan lebih praktis, sekaligus mengurangi kebutuhan penukaran mata uang.

Sementara itu, Wakil Duta Besar untuk Indonesia, Park Soo-deok, menyebut peluncuran ini sebagai simbol nyata kemitraan ekonomi digital yang semakin erat, terlebih dilakukan bertepatan dengan momentum kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada waktu yang lalu.

Ke depan, Bank Indonesia akan mengakselerasi pengembangan QRIS lintas negara melalui beberapa langkah strategis:

●      Memperluas merchant di titik-titik krusial seperti bandara internasional, destinasi wisata, pusat perbelanjaan, hingga area dengan mobilitas wisatawan tinggi

●      Menyebarkan kampanye edukasi dan literasi digital guna meningkatkan pemahaman serta kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran lintas negara berbasis QR

●      Memperkuat kolaborasi dengan industri dan mitra global untuk memastikan sistem tetap aman, andal, dan mampu menjawab kebutuhan transaksi yang terus berkembang

Dengan pendekatan yang terintegrasi ini, QRIS cross-border tidak hanya diposisikan sebagai alternatif pembayaran, tetapi diarahkan menjadi default payment behavior bagi masyarakat Indonesia saat bertransaksi di luar negeri untuk menciptakan pengalaman pembayaran yang seamless, efisien, dan tanpa batas.

QRIS kini bukan lagi sekadar alat pembayaran domestik. Ia telah berevolusi menjadi jembatan ekonomi digital antarnegara.

Dengan hadirnya QRIS di Korea Selatan, satu hal menjadi jelas: masa depan transaksi lintas negara tidak lagi rumit.

Bagikan