Berita Terbaru

Dari Kolaborasi ke Aksi: Mendorong Literasi Lewat Gerai Cerdas PeKA di UNS

Kamis, 09 April 2026
cover event

Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat literasi dan pelindungan konsumen di era digital, Asosiasi Fintech Indonesia turut mendukung peluncuran Gerai Cerdas Pelindungan Konsumen (PeKA) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) di Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Peresmian ini merupakan bagian dari kampanye nasional Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK), sebuah langkah konkret yang melibatkan regulator, pelaku industri, asosiasi, dan institusi pendidikan untuk mendorong edukasi yang berkelanjutan.

Kolaborasi untuk Penguatan Literasi Generasi Muda

Gerai Cerdas PeKA hadir sebagai ruang edukasi yang dirancang untuk membantu mahasiswa memahami aspek pelindungan konsumen dalam transaksi digital. Melalui platform ini, mahasiswa dapat mempelajari pentingnya menjaga keamanan data pribadi, mengenali berbagai modus penipuan digital, serta memahami langkah mitigasi risiko saat menggunakan layanan keuangan digital.

Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran lebih dulu, mengingat mahasiswa merupakan salah satu kelompok dengan tingkat adopsi layanan digital yang tinggi sekaligus memiliki peran penting dalam membentuk perilaku keuangan di masa depan.

Peran Strategis Mahasiswa dalam Ekosistem Digital

Dari perspektif AFTECH, mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis. Tidak hanya sebagai pengguna aktif, tetapi juga sebagai digital native yang berpotensi menjadi agen edukasi di lingkungannya.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menegaskan bahwa kampus merupakan kanal yang efektif untuk memperluas literasi keuangan digital secara masif dan berkelanjutan.

Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 9,9 juta orang di lebih dari 4.000 perguruan tinggi, edukasi berbasis kampus menjadi langkah penting dalam membangun fondasi literasi sejak dini.

“Sebagai asosiasi yang menaungi industri fintech di Indonesia, AFTECH berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif BI dalam meningkatkan literasi dan pelindungan konsumen. Gerai Cerdas PeKA menjadi bentuk nyata kolaborasi antara regulator, industri, dan akademisi,” ujar Firlie.

Literasi Jadi Kunci di Tengah Pesatnya Adopsi

Seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital, tantangan utama kini tidak lagi pada akses, melainkan pada pemahaman dan keamanan dalam bertransaksi.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan nasional masih berada di 66,46%, lebih rendah dibandingkan tingkat inklusi yang telah mencapai 80,51%.

Kesenjangan ini menegaskan bahwa perluasan akses harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman, terutama bagi generasi Z yang aktif dalam ekosistem digital dan rentan terhadap berbagai risiko seperti penipuan dan penyalahgunaan data.

Mendorong Praktik Transaksi Digital yang Aman

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk industri seperti DANA Indonesia, edukasi tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada pembentukan perilaku.

Gerai Cerdas PeKA dirancang sebagai platform edukasi hybrid (offline dan online) yang memungkinkan mahasiswa untuk:

  • Mengakses materi pelindungan konsumen
  • Mengikuti kampanye digital
  • Berpartisipasi dalam seminar, diskusi interaktif, hingga kompetisi inovasi

Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan transaksi digital yang lebih aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Peluncuran Gerai Cerdas PeKA bukan sekadar program edukasi, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara regulator, industri, dan akademisi, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi agent of change yang mendorong literasi dan pelindungan konsumen di masyarakat.

Karena di era digital, bukan hanya soal akses tetapi tentang bagaimana kita menggunakannya dengan bijak dan bertanggung jawab.



 

Bagikan